Karya indah ini adalah hasil karya mas Damar Huda. Saya meng-copas karena saya teringat sama keponakan saya yang cantik.
Pencipta mempunyai kekuatan mencipta ——— dan apa yang Dia ciptakan ditujukkan untuk menerima cinta-Nya.
(Hazrat Inayat Khan)
DENGARLAH, sayangku, dengarlah!
Betapa hebatnya cinta yg disimbolkan dalam kemegahan Taj Mahal, di India, dan karibku, Ida Fa, mencapainya di sana, ia mengirim foto2nya padaku —- lalu ia menulis pesannya dengan kalimat yg bergetar: ”Seorang kekasih manakah..yg tdk ingin menyaksikan Keagungan Bukti Cinta ini… … Taj mahal… aku menangis di samping pusara putri Mumtaz…”
Dan, menangislah di makam Putri Mumtaz, menangislah! — karena setahun sekali, setetes air suci, menetes di pusaranya!
Putri Mumtaz —- inilah wanita yg membuat bangunan itu tercipta! —– tak hanya membuat Ida Fa menangis, tapi jutaan orang menangis. – tentang betapa agungnya dia hingga Kaisah Shah Jahan, suaminya, menghadiahinya Taj Mahal untuknya —- ; sebuah bangunan terindah di dunia dengan simbol cinta, sebuah persembahan Maha Cinta, satu tahun setelah kematiannya.
Tal Mahal .. yang agung!
Taj Mahal dibangun Mughal Kaisar Shah Jahan,, satu tahun setelah kekasihnya itu meninggal, dan Kaisah Sjah Jahan menulis sendiri surat cintanya — hampir menyerupai puisi sufi —– untuk didengar dunia, dan diamini langit, pada bangunan itu. Shah Jahan menulis: ”Haruskah mencari suaka di sini, seperti satu diampuni, ia menjadi bebas dari dosa, haruskah orang berdosa membuat jalan ke rumah ini, segala dosa masa lalunya harus dibersihkan — melihat rumah ini menciptakan mendesah sedih; Dan matahari dan bulan meneteskan air mata dari mata mereka. Di dunia ini bangunan ini telah dibuat; untuk menampilkan demikian Kemuliaan Sang Pencipta itu.”
O, Keagungan Cinta
Dengarlah sayangku, dengarlah!
Cinta adalah kalimat terindah, kisah yag paling indah, roman terindah, pun doa terindah, yang dilantunkan oleh bibir – bibir manusia —– cinta melahirkan semerbak keagungan, mistis kasih sayang, kekuatan kerinduan dan impian, manis tak hanya di bibir tapi juga di hati, cinta adalah kata yang syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.
Dan, menangislah di makam Putri Mumtaz, menangislah! — karena setahun sekali, setetes air suci, menetes di pusaranya!
***
O .. Taj Mahal!
Cinta merubah segala-galanya, menjadikan segala2nya, ia menguatkan ketika kita berduka, menjadi impian saat kita tertidur, rujukan kebeneran ketika kita hilang arah,dan pembela ketika kita nista, dan dinistakan.
Puisi terindah adalah Taj Mahal
Cinta adalah mata air cinta, yang abadi, mengalir dari hati yg jernih, jiwa yg suci, roh yang agung, penuh kemuliaan, kebahagiaan yang bergetar, dan kekuatan mencipta.
Dengarlah sayangku, dengarlah!
Sebuah cerita mistis dan puitis, menyebut, sekali dalam setahun, selama musim hujan, setetes air jatuh persis di pusara Putri, seperti air suci yg mengabadikan jasad Mumtaz.
Kematian, seperti ditulis Rabindranath Tagore, penyair India yang mashyur ini, menyebutnya sebagai “satu-tetes air mata … pada pipi waktu”.
Tagore menulis: ” Matamu yang mengandung tanya itu duka, ia mencari-cari hendak mengetahui isi hatiku bagai bulan hendak menduga laut. Telah kusingkapkan hidupku seluruhnya di muka matamu, tak ada lagi yang tersembunyi atau tertahan. Itulah sebabnya mengapa tak kau tahu aku? ”
Dengarlah sayangku, dengarlah.
Puisi terindah adalah Taj Mahal!
Oh Keagungan Cinta ….
Dan, menangislah di makam Putri Mumtaz, menangislah! — karena setahun sekali, setetes air suci, menetes di pusaranya!
Cinta itu menumbuhkan, menjaga dan membesarkan hati para pecinta. Cinta memelihara keagungan, menjaga jiwa dalam keabadian, wujud kedamaian.
O .. Taj Mahal!
Cinta yg abadi, di langit yg abadi!
Kahlil Gibran berkata: ”Di dasar relung jiwaku, bergema nyanyian tanpa kata; sebuah lagu yang bernafas di dalam benih hatiku, yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit ; —- ia meneguk rasa kasihku dalam jubah yg nipis kainnya, dan mengalirkan sayang, namun bukan menyentuh bibirku. Betapa dapat aku mendesahkannya?”
O …Cinta Dalam Keabadian!
Cinta adalah jiwa suci yang saling memberkati, yg saling berbicara di balik diamnya, tapi saling berbincang di dalam kalbu, tentang kebenaran dan kebahagiaan.
Gibran berkata: “Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian. “
****
O .. Taj Mahal!
(Tal Mahal terletak di Agra, India, dibangun 1623 dan selesai 1653, melibatkan 20 ribu pekerja, dengan arsitektur gabungan unsur2 Persia , Islam dan India. Makam utama selesai 1648 dan bangunan sekitarnya dan kebun sudah selesai lima tahun kemudian)
O , Keagungan Cinta!
Cinta adalah air mata yang tak jatuh, tapi suci selama2nya, cinta merubah dunia jadi sendu, membawa titik2 embun yg sejuk di hati mawar yang layu.
O, cinta!
Dan, menangislah di makam Putri Mumtaz, menangislah! — karena setahun sekali, setetes air suci, menetes di pusaranya!
Cinta adalah lagu yang dikumandangkan oleh kesunyian, dibentuk oleh kebenaran, lalu disenandungkan oleh impian dan bayangan, kerinduan dan maha karya arsitektur, seperti Taj Mahal ini.
Cinta adalah kesadaraan yang mencapai hati Tuhan.
***
O .. Taj Mahal!
Cinta adalah kidung tersembunyi dalam kerahasiaan perawan suci, nyanyian yg disenandungkan sang kekasih untuk kekasihnya yang pergi, seperti kisah Taj Mahal ini.
( Taj Mahal menggabungkan tradisi desain arsitektur Persia dan Mughal, inspirasi datang dari Timurid, Tal Mahal terbuat dari marmer putih bertatahkan batu mulia, fokus utama adalah makam, ketinggian 35 meter (115 kaki), arsitektur campuran Persia tradisional dan elemen dekoratif Hindustan.)
Nyanyian cinta lebih semerbak dari bunga yang paling wangi sekalipun, seperti harumnya Tal Mahal ini.
Gibran menulis: ” Cinta kita bukan dari diri kita, juga bukan untuk diri kita ———- j ika kita bergembira, kegembiraan kita bukan berada dalam diri kita, tapi dalam Hidup itu sendiri. Jika kita menderita, kesakitan kita tidak terletak pada luka kita, tapi dalam hati nurani alam. Jangan kau anggap bahawa cinta itu datang kerana pergaulan yang lama atau rayuan yang terus menerus. Cinta adalah tunas pesona jiwa, dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat, ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan dari generasi ke generasi. ”
Dan, menangislah di makam Putri Mumtaz, menangislah! — karena setahun sekali, setetes air suci, menetes di pusaranya!
O .. Taj Mahal yang agung!
Cinta memecahkan kesunyian, dengan kesunyian ——— cinta adalah bisikan sanubari yang didengar langit, tanpa bantuan telinga dan suara ———- bahkan cinta adalah ungkapan hati yang paling tersembunyi, paling rahasia, yg hanya didengar kekasihnya dan Tuhan, seperti Taj Mahal ini.
Tagore berkata: ”Jika hidupku hanya sebuah permata, akan dapat kupecahkan jadi seratus keping dan kurangkai jadi seutas rantai untuk kukalungkan di lehermu. Jika ia hanya sekuntum bunga, bundar dan kecil dan indah, akan dapat kupetik dari batangnya untuk kusematkan di rambutmu. Tapi ia adalah hati, kekasihku. Di manakah pantai dan dasarnya? Kau tak tahu batas-batas kerajaan ini, selama kau jadi ratunya.”
O .. Taj Mahal!
Dan, menangislah di makam Putri Mumtaz, menangislah! — karena setahun sekali, setetes air suci, menetes di pusaranya!
Cinta membimbingmu mencapai singgasana, melahirkan wujud impian yang abadi, seperti Tal Mahal ini.
Cinta adalah kaya terindah yang tersimpan dalam relung sukma, , yang tak terhempas oleh waktu, tak diasingkan musim, tapi didengar oleh hatimu, hati kekasihmu dan di-amin-i langit, seperti Taj Mahal ini.
*****
O .. Taj Mahal!
Cinta adalah keindahan jiwa dan raga, yg terwujud tapi tak tersentuh, ia hanya dapat difahami melalui cinta, hanya bisa disentuh dengan kebaikan; dan ketika kita mencoba untuk menggambarkannya, ia menjadi impian.
Tagore berkata: ” Cinta adalah kesenangan dan kepedihannya tak terbatas, dan tak ada akhirnya kepapaan dan kemewahannya. Ia dekat padamu seperti hidupmu sendiri, tetapi kau tak pernah dapat mengetahuinya benar.”
Seperti Taj Mahal, simbol cinta dalam persembahan dan kepedihan, yg tak terbatas.
Dan, menangislah di makam Putri Mumtaz, menangislah! — karena setahun sekali, setetes air suci, menetes di pusaranya!
O .. Taj Mahal!
Cinta dalam penglihatan batin, adalah bayangan Ilahi dalam Maha Kasih Sayangnya, yang diwujudkan dan diagungkan, seperti Taj Mahal ini.
Cinta, yang disentuh denagn jemari, melahirkan getaran, yg mencapai hati!
Dengarlah, sayangku, dengarlah!
Tal Mahal, yang diam dan agung itu, bagai danau tenang dan dalam, yang memantulkan cahaya bintang-bintang bergemerlapan.
O .. Taj Mahal!
Dan, Ida Fa sudah mencapainya, di sana, ia menangis : ”Seorang kekasih manakah..yg tdk ingin menyaksikan Keagungan Bukti Cinta ini… … Taj mahal… aku menangis di samping pusara putri Mumtaz…”
O .. Taj Mahal!
Menangislah di makam Mumtaz, menangis lah di makam Mumtaz. ***
28 nov 2010
@damar