Feeds:
Pos
Komentar

BETA SAHAM

Beta adalah pengukur risiko sistematik dari suatu sekuritas atau portofolio relatip terhadap risiko pasar. Beta suatu sekuritas menunjukkan risiko sistemetiknya yang tidak dapat dihilangkan karena diversifikasi. Untuk menghitung Beta portofolio, maka Beta masing-masing rata-rata tertimbang dari Beta masing-masing sekuritas. Mengetahui Beta masing-masing sekuritas juga berguna untuk pertimbangan memasukkan sekuritas tersebut kedalam portofolio yang akan dibentuk.

Dengan adanya resiko yang dapat dihilangkan dengan diversifikasi, maka para pemodal yang menyukai resiko, maka mereka akan memilih untuk melakukan diversifikasi. Sebagai akibat semua pemodal akan melakukan hal yang sama, dan dengan demikian resiko yang hilang karena diversifikasi tersebut menjadi tidak relevan dalam perhitungan resiko. Hanya resiko yang tidak bisa hilang karena diversifikasi yang menjadi relevan dalam perhitungan resiko.

Resiko dalam hal ini ditunjukkan dengan Beta (adalah merupakan koefisien regresi antara dua variabel, yaitu kelebihan tingkat keuntungan portofolio pasar (excess return of market portifolio), dan kelebihan keuntungan suatu saham (excess return of stock).
Investasi yang efisien adalah investasi yang memberikan resiko tertentu dengan tingkat keuntungan yang terbesar, atau tingkat keuntungan tertentu dengan resiko terkecil. Jika ada dua usulan investasi yang memberikan tingkat keuntungan yang sama, tetapi mempunyai resiko yang berbeda, maka investor yang rasional akan memilih investasi yang mempunyai resiko yang lebih kecil. Semakin besar betanya semakin besar pula tingkat keuntungan yang diharapkan dari investasi.

Teori Keynes juga mengatakan bahwa high risk high return, yang artinya semakin tinggi tingkat resiko suatu saham akan memberikan tingkat keuntungan yang semakin besar pula.
Beta suatu sekuritas dapat dihitung dengan teknik estimasi yang menggunakan data historis. Beta yang dihitung berdasarkan data historis ini selanjunya dapat digunakan untuk mengestimasi Beta masa datang. Bukti-bukti empiris menunjukkan bahwa Beta historis mampu menyediakan informasi tentang Beta masa datang.

Beta historis dapat dihitung dengan menggunakan data historis berupa data pasar (return – return sekuritas dan return pasar), data akuntansi (laba -laba perusahaan dan laba indeks pasar) atau data fundamental (menggunakan variabel – variabel fundamental). Beta yang dihitung dengan data pasar disebut dengn Beta pasar. Beta yang dihitung dengan data akuntansi disebut Beta akuntansi dan Beta yang dihitung dengan data fundamental disebut dengan Beta fundamental.

Penelitian mutakhir yang dilakukan oleh Prof. Dr. Aryso Santos, menegaskan teorinya bahwa Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis, The Lost Continent Finally Found, The Definitive Localization of Plato’s Lost Civilization (2005). Santos menampilkan 33 perbandingan ciri-ciri dari 12 lokasi di muka bumi yang diduga para sarjana lain sebagai situs Atlantis, seperti luas wilayahnya, cuacanya, kekayaan alamnya, gunung berapinya, dan cara bertaninya, dll. yang akhirnya Santos menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah Indonesia sekarang. Salah satu buktinya adalah sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya, ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir, dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.

Aryso Santos juga menerapkan analisis filologis (ilmu kebahasaan), antropologis dan arkeologis dalam penelitiannya. Dia banyak mendapatkan petunjuk dari reflief-relief dari bangunan-bangunan dan artefak bersejarah dan piramida di Mesir, kuil-kuil suci peninggalan peradaban Maya dan Aztec di Amerika Selatan, candi-candi dan artefak-artefak bersejarah peninggalan peradaban Hindu di lembah sungai Hindustan (Peradaban Mohenjodaro dan Harrapa). Juga dia mengumpulkan petunjuk-petunjuk dari naskah-naskah kuno, kitab-kita suci berbagai agama seperti the Bible dan kitab suci Hindu Rig Veda, Puranas, dll.

Konteks Indonesia Secara Geologis dan Geografis

Menurut Prof. Dr. H. Priyatna Abdul Rasyid, Ph.D. Direktur Kehormatan International Institute of Space Law (IISL), Paris-Prancis: bukanlah suatu kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU No. 4 Perpu tahun 1960, mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya sekarang.

Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa, Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang) sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale, terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.

Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es (era Pleistocene). Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia (dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air yang berasal dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/ Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau Samosir, yang merupakan puncak gunung Toba yang meletus pada saat itu. Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau (Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya serta membentuk selat dataran Sunda.

Kata Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol). Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam, ilmu pengetahuan-teknologi, dan lain-lainnya. Plato menduga bahwa letak Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera (ocean) secara menyeluruh.Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan Stephen Hawking.

Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung berapi itu, menyebabkan lapisan es di muka bumi mencair dan mengalir ke samudera sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan gelombang tsunami yang dahsyat. Santos, dengan mengutip teori para geolog, menamakannya sebagai Heinrich Events, bencana katastrop yang berdampak global. Beberapa artikel resume dari buku Aryso Santos ini dipublikasikan di situs internetnya di http://www.atlan.org.

Menurut Santos, dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia, tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu. Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata, “Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”

Priyatna mengatakan: “Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar, Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani. Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.”

Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui), tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.

Menurut Priyatna, bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya.

Koran Republika, Sabtu, 18 Juni 2005 menulis bahwa para peneliti AS menyatakan bahwa Atlantis is Indonesia. Hingga kini cerita tentang benua yang hilang ‘Atlantis’ masih terselimuti kabut misteri. Sebagian orang menganggap Atlantis cuma dongeng belaka, meski tak kurang 5.000 buku soal Atlantis telah ditulis oleh para pakar.

Bagi para arkeolog atau oceanografer moderen, Atlantis tetap merupakan obyek menarik terutama soal teka-teki di mana sebetulnya lokasi sang benua. Banyak ilmuwan menyebut benua Atlantis terletak di Samudera Atlantik.

Sebagian arkeolog Amerika Serikat (AS) bahkan meyakini benua Atlantis dulunya adalah sebuah pulau besar bernama Sunda Land, suatu wilayah yang kini ditempati Sumatra, Jawa dan Kalimantan. Sekitar 11.600 tahun silam, benua itu tenggelam diterjang banjir besar seiring berakhirnya zaman es.

“Para peneliti AS ini menyatakan bahwa Atlantis is Indonesia,” kata Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Umar Anggara Jenny, Jumat (17/6), di sela-sela rencana gelaran ‘International Symposium on The Dispersal of Austronesian and the Ethnogeneses of the People in Indonesia Archipelago, 28-30 Juni 2005.

Kata Umar, dalam dua dekade terakhir memang diperoleh banyak temuan penting soal penyebaran dan asal usul manusia. Salah satu temuan penting ini adalah hipotesa adanya sebuah pulau besar sekali di Laut Cina Selatan yang tenggelam setelah zaman es.

Hipotesa itu, kata Umar, berdasarkan pada kajian ilmiah seiring makin mutakhirnya pengetahuan tentang arkeologi molekuler. Tema ini, lanjutnya, bahkan menjadi salah satu hal yang diangkat dalam simposium internasional di Solo, 28-30 Juni 2005.

Menurut Umar, salah satu pulau penting yang tersisa dari benua Atlantis – jika memang benar – adalah Pulau Natuna, Riau. Berdasarkan kajian biomolekuler, penduduk asli Natuna diketahui memiliki gen yang mirip dengan bangsa Austronesia tertua.

Bangsa Austronesia diyakini memiliki tingkat kebudayaan tinggi, seperti bayangan tentang bangsa Atlantis yang disebut-sebut dalam mitos Plato. Ketika zaman es berakhir, yang ditandai tenggelamnya ‘benua Atlantis’, bangsa Austronesia menyebar ke berbagai penjuru.

Mereka lalu menciptakan keragaman budaya dan bahasa pada masyarakat lokal yang disinggahinya dalam tempo cepat yakni pada 3.500 sampai 5.000 tahun lampau. Kini rumpun Austronesia menempati separuh muka bumi.

Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia (IAAI), Harry Truman Simanjuntak, mengakui memang ada pendapat dari sebagian pakar yang menyatakan bahwa benua Atlantis terletak di Indonesia. Namun hal itu masih debatable.

Yang jelas, terang Harry, memang benar ada sebuah daratan besar yang dahulu kala bernama Sunda Land. Luas daratan itu kira-kira dua kali negara India. “Benar, daratan itu hilang. Dan kini tinggal Sumatra, Jawa atau Kalimantan,” terang Harry. Menurut dia, sah-sah saja para ilmuwan mengatakan bahwa wilayah yang tenggelam itu adalah benua Atlantis yang hilang, meski itu masih menjadi perdebatan yang perlu diverifikasi secara ilmiah oleh berbagai pihak yang berwenang (otoritatif), misalnya Badan Arkeologi Nasional RI.

Dominasi Austronesia

The biblical flood really did occur – at the end of the last Ice Age. The Flood drowned for ever the huge continetal shelf of Southeast Asia, and caused a population dispersal which fertilized the Neolithic cultures of China, India, Mesopotamia, Egypt and the eastern Mediterranean, thus creating the first civilizations. The Polynesians did not come from China but from the islands of Southeast Asia. The domestication of rice was not in China but in the Malay Peninsula, 9,000 years ago. In this ground breaking new book Stephen Oppenheimer reveals how evidence from oceanography, archaeology, linguistics, genetics and folklore overwhelmingly suggests that the lost ‘Eden’ – the cradle of civilization – was not in the Middle East, as is usually supposed, but in the drowned continent of Southeast Asia. (Stephen Oppenheimer)

http://www.bradshawfoundation.com/stephenoppenheimer/reading.html

Menurut Umar Anggara Jenny, Austronesia sebagai rumpun bahasa merupakan sebuah fenomena besar dalam sejarah manusia. Rumpun ini memiliki sebaran yang paling luas, mencakup lebih dari 1.200 bahasa yang tersebar dari Madagaskar di barat hingga Pulau Paskah di Timur. Bahasa tersebut kini dituturkan oleh lebih dari 300 juta orang.

“Pertanyaannya dari mana asal-usul mereka? Mengapa sebarannya begitu meluas dan cepat yakni dalam 3500-5000 tahun yang lalu. Bagaimana cara adaptasinya sehingga memiliki keragaman budaya yang tinggi,” tutur Umar.

Salah satu teori, menurut Harry Truman, mengatakan penutur bahasa Austronesia berasal dari Sunda Land yang tenggelam di akhir zaman es. Populasi yang sudah maju, proto-Austronesia, menyebar hingga ke Asia daratan hingga ke Mesopotamia, mempengaruhi penduduk lokal dan mengembangkan peradaban.

Peta Penyebaran Umat Manusia pasca Ledakan Supervolcano Toba 75.000 tahun yang lalu. Apa yang diungkap Prof. Dr. Umar Anggara Jenny dan Harry Truman tentang sebaran dan pengaruh bahasa dan bangsa Austronesia ini dibenarkan oleh Prof.Dr. Abdul Hadi WM, budayawan dan sastrawan terkemuka Indonesia.

Konteks Indonesia secara Filosofis dan Spiritual

Secara filosofis dan historis, apa yang telah dirumuskan oleh para Founding Fathers Republik Indonesia menjadi Panca Sila, apakah secara langsung atau tidak, mungkin terinspirasi atau ada kemiripan (paralelisme) dengan konsep Plato tentang “Negara Ideal” yang tertulis dalam karyanya “Republic“. Konsep Plato tentang sistem kepemimpinan masyarakat dan siapa yang berhak memimpin bangsa, bukanlah berdasarkan sistem demokrasi formal-prosedural yang liberal ala demokrasi Barat (Amerika) saat ini. Secara sederhana konsep kepemimpinan Platonis adalah “King Philosopher” atau “Philospher King“. Konsep ini Plato dapatkan dari kisah tentang sistem pemerintahan dan negara Atlantis.

Menurut Plato suatu bangsa hanyalah akan selamat hanya bila dipimpin oleh orang yang dipimpin oleh “kepala”-nya (oleh akal sehat, ilmu pengetahuan dan hati nuraninya), dan bukan oleh orang yang dipimpin oleh “otot dan dada” (arogansi), bukan pula oleh “perut” (keserakahan), atau oleh “apa yang ada di bawah perut” (hawa nafsu). Hanya para filosof, yang dipimpin oleh kepalanya, yaitu para pecinta kebenaran dan kebijaksanaan-lah yang dapat memimpin dengan selamat, dan bukan pula para sophis (para intelektual pelacur, demagog) seperti orang kaya yang serakah (tipe Qarun, “manusia perut” zaman Nabi Musa), atau tipe Bal’am (ulama-intelektual-penyihir yang melacurkan ilmunya kepada tiran Fir’aun). Plato membagi jenis karakter manusia menjadi 3: “manusia kepala” (para filosofof-cendikiawan-arif bijaksana), “manusia otot dan dada” (militer), dan “manusia perut” (para pedagang, bisnisman-konglomerat). Negara akan hancur dan kacau bila diserahkan kepemimpinannya kepada “manusia otot-dada” atau “manusia perut”, menurut Plato.

Dr. Jalaluddin Rakhmat menjelaskan dalam konteks terminologi agama mutakhir: Islam, istilah Philosophia atau Sapientia, era Yunani itu identik dengan terminologi Hikmah dalam al-Qur’an. Istilah Hikmah terkait dengan Hukum (hukum-hukum Tuhan Allah SWT yang tertuang dalam Kitab-Kitab Suci para Nabi dan para Rasul Allah, utamanya Al-Qur’an al-Karim, dan Sunnah Rasulullah terakhir Muhammad SAW, yang telah merangkum dan melengkapi serta menyempurnakan ajaran dan hukum rangkaian para nabi dan rasul Allah sebelumnya. Hukum yang berdasarkan dan bergandengan dengan Hikmah, bila ditegakkan oleh para Hakim dalam sebuah sistem Hukumah (pemerintahan) inilah yang akan benar-benar dapat merealisasikan prinsip Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmah-kebijaksanaan dalam permusyawaratan-perwakilan, serta Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Maka semakin jelaslah mengapa konsep kepemimpinan berdasarkan Panca Sila itu terkait erat dengan konsep kepemimpinan negara versi Plato, karena ia mengambilnya dari peradaban tertua yang luhur dari peradaban umat manusia pertama (Adam As dan keturunannya) yang mendapat hidayah dan ilmu langsung dari Tuhan YME: Allah SWT. Dan entah benar atau tidak, lokasinya adalah di Nusantara (Asia Tenggara).

Surga Atlantis, Yunani dan Indonesia

Plato mendapatkan ilham filsafat politiknya serta informasi tentang peradaban dan perikehidupan bangsa antik yang luhur Atlantis, dari Socrates gurunya, juga dari jalur kakeknya yang bernama Critias. Di mana Critias mendapatkan berita tentang Atlantis dari Solon yang mendapatkannya dari para pendeta (ruhaniawan) di Mesir kuno.

Menurut penelitian Aryso Santos, para pendeta (rohaniwan) Mesir kuno ini, mewarisi informasi tentang Atlantis ini dari para leluhurnya yang berasal dari Hindustan (India yang merupakan peradaban Atlantis ke-2) dari peradaban bangsa Atlantis pertama di Sunda Land (Lemuria) atau Nusantara. Aryso Santos juga menemukan banyak informasi-informasi yang mengarahkan kesimpulannya dari artefak-artefak dan situs bersejarah di Mesir.

Aryso Santos juga menemukan bahwa cerita tentang Atlantis terkait dengan kisah para “dewa’ dalam mitologi Yunani dan perikedupan manusia pertama, keluarganya dan masyarakat keturunannya. Cerita ini ada kemiripan dengan kisah Zeus dalam mitology dan legenda Yunani, juga dengan kisah dalam kitab suci Hindu Rig Veda, Puranas, dll. “All nations, of all times, believed in the existence of a Primordial Paradise where Man originated and developed the fist civilization ever. This story, real and true, is told in the Bible and in Hindu Holy Books such a the Rig Veda, the Puranas and many others. That this Paradise lay “towards the Orient” no one doubts, excepting some die-hard scientists who stolidly hold that the different civilizations developed independently from each other even in such unlikely, late places such as Europe, the Americas or the middle of the Atlantic Ocean. This, despite the very considerable contrary evidence that has developed from essentially all fields of the human sciences, particularly the anthropological ones. It is mainly on those that we base our arguments in favor of the reality of a pristine source of human civilization traditionally called Atlantis or Eden, etc.” tulis Aryso Santos.

Yang cukup mengejutkan adalah bahwa Peradaban kuno Atlantis, yang kemungkinan adalah peradaban pertama umat manusia, justru sudah beradab (civilized) dan punya kemampuan sains dan teknologi, dan sistem kemasyarakatan dan ketatanegaraan ideal yang cukup maju yang tak terbayangkan oleh kita sekarang itu dapat terjadi 11.600 tahun yang lalu. Dari sudut pandang umat Islam, hal ini tidaklah mengherankan, karena Nabi Adam, sebagai manusia (kalifatullah) pertama telah diajari Allah semua ilmu pengetahuan tentang nama-nama (QS 2 : 30) .

Sebuah bangsa kepulauan, yang menurut anggapan Plato berlokasi di tengah Samudra Atlantik, dihuni oleh suatu ras manusia yang mulia dan sangat kuat (noble and powerfull). Rakyat tanah air tersebut sangat makmur sejahtera yang sangat bersyukur atas segala karunia sumber daya alam yang diketemukan di seantero kepulauan mereka. Kepulauan itu adalah sebuah pusat perdagangan dan kegiatan komersial. Pemerintahan negeri itu memperjalankan para penduduknya untuk memperdagankan hasil buminya sampai ke Afrika dan Eropa.

Negara Atlantis.

Poseidon = Pasundan ???
Menurut cerita Plato Atlantis adalah wilayahnya Poseidon, dewa laut. Ketika Poseidon jatuh cinta kepada wanita yang bisa mati, Cleito, dia membuat sebuah sumur di puncak bukit di tengah-tengah pulau dan membuat kanal-kanal air berbentuk lingkaran cincin di sekitar sumur tersebut untuk melindungi istrinya itu. Cleito melahirkan lima pasang anak kembar laki-laki yang menjadi penguasa pertama Atlantis. Negeri pulau itu dibagi-bagi di antara para saudara laki-lakinya. Yang tertua, Atlas, raja pertama Atlantis, diberi kontrol atas pusat bukit dan area sekitarnya.

Pada puncak tengah bukit, untuk menghormati Poseidon, sebuah bangunan candi, kuil atau istana dibangun yang menempatkan sebuah patung emas raksasa dari Poseidon yang mengendarai sebuat kereta yang ditarik kuda terbang. Di sinilah para penguasa Atlantis biasa mendiskusikan hukum, menentapkan keputusan dan memberi penghormatan kepada Poseidon.

Untuk memfasilitasi perjalanan dan perdagangan, sebuah kanal (saluran) air dibuat memotong cincin-cincin kanal air yang melingkari wilayah, sehingga terbentuk jalan air sepanjang 9 km ke arah selatan menuju laut.

Kota Atlantis menduduki tempat pada wilayah luar lingkaran cincin air, menyebar di sepanjang dataran melingkar sepanjang 17 km. Inilah tempat yang padat penduduk di mana mayoritas pendudukanya tinggal.

Di belakang kota terhampar seuatu lahan subur sepanjang 530 km dan selebar 190 km yang dikitari oleh kanal air lain yang digunakan untuk memngumpulkan air dari sungai-sungai dan aliran air pengunungan. Iklimnya memungkinkan mereka dapat 2 kali panenan dalam setahun. Pada saat musim penghujan, lahan disirami air hujan dan pada musim panas/kemarau, lahan diairi irigasi dari kanal-kanal air.

Mengitari dataran di sebelah utaranya ada pengunungan yang menjulang tinggi ke langit. Pedesaaan, danau-danau dan sungai dan meadow menandai titik-titik pengunungan. Disamping hasil panenan, kepulauan besar tersebut menyediakan semua jenis tanaman herbal, buah-buahan dan kacang-kacangan, dan sejumlah hewan termasuk gajah, yang memenuhi kepulauan.

Dari generasi ke genarasi orang-orang Atlantean hidup dengan sederhana, hidup penuh dengan kebaikan. Namun lambat-laun meerka mulai berubah. Keserakahan dan kekuasaan mulai mengkorupsi mereka. Ketika Maha Dewa Zeus melihat ketidakdapatmatian (immortality) para penduduk Atlantis, maka Dia mengumpulkan para dewa lainnya untuk menentukan sebuah hukuman yang layak bagi mereka.

Segera, dalam sebuah bencana besar mereka lenyap. Kepulauan Atlantis, penduduknya, dan ingatan-ingatanya musnah tersapu lautan.
Ringkasan cerita yang dikisahkan Plato ini sekitar tahun 360 SM dalam dialognya Timaeus and Critias. Karya tulis Plato ini adalah satu-satunya referensi yang diketahui mengenai Atlantis. Ini telah menimbulkan kontroversi dan perdebatan lebih dari 2 ribu tahun lamanya.

Replika Situs Atlantis telah diketemukan di Sumatra?

Beberapa orang yang penulis temukan secara tak sengaja, antara Maret-Mei tahun ini telah mengaku menemukan jejak-jejak situs yang diduga kemungkinan besar adalah replika situs Atlantis. Menurut pengakuan mereka, mereka terdorong oleh ilham dan mimpi serta cerita-cerita tambo, mitos dan legenda yang diwarisi dari leluhur mereka tentang cerita istana Dhamna yang hilang di tengah pulau Sumatra, di sekitar perbatasan Propinsi Sumatra Barat, Jambi dan Riau.

Sekitar 6 bulan mereka melakukan riset dan ekspedisi ke lokasi, dengan partisipasi seorang arkeolog dan panduan beberapa tokoh masyarakat adat setempat mereka menemukannya di tengah bukit dan hutan yang sukar dijangkau manusia. Di tempat yang sekarang dikenal sebagai Lubuk Jambi itu konon telah diketemukan oleh masyarakat setempat berbagai artefak dan sisa bangunan peninggalan kerajaan Kandis, yang diduga Atlantis itu di dekat sungai Kuantan Singgigi. Beberapa foto dirimkan oleh mereka kepada penulis sebagai bukti hasil ekspedisi mereka. Namun demikian, menurut mereka, tempat tersebut dijaga dan dipelihara, selain oleh masyarakat adat setempat juga oleh kekuatan makluk supra natural tertentu yang menjaganya ribuan tahun. Bahkan menurut mereka, jarum kompas yang mereka bawa ke tempat itu pun tidak bisa berfungsi lagi, karena pengaruh kutub magnetis bumi pun menjadi hilang di sana. Salah satu dari tim ekspedisi itu mengaku melihat dan merasakan kehadiran semacam siluman macan/harimau yang menjaga tempat itu. Wallahu ‘alam bi shawab.

Namun terlepas dari benar tidaknya pengakuan mereka, ada juga beberapa pihak yang mengaitkan diketemukannya bukti-bukti situs Atlantis sebagai peradaban umat manusia pertama dengan sejarah kehidupan Nabi Adam As dan anak-cucu keturunannya, dengan prediksi kebangkitan kembali agama-agama dan spiritualisme dunia menjelang akhir zaman. Ini konon terhubung dengan persiapan kedatangan Imam Mahdi dan mesianisme kebangkitan kembali Nabi Isa al-Masih, sebelum kiamat tiba.

Inilah yang mungkin masih menjadi pertanyaan tersirat ES Ito yang menulis novel Negara Kelima. Bagaimanakah revolusi menuju negara ke lima itu mendapatkan jalannya?

Nusantara, Indonesia sekarang, menurut Tato Sugiarto, telah dipersiapkan Tuhan YME sebagai negeri tempat persemaian dan tumbuh kembangnya kearifan ilahiah dan shopia perennialis yang berevolusi melalui berbagai agama dunia dan kearifan-kearifan lokal nusantara, yang merefleksikan falsafah Bhineka Tunggal Ika. Menurut pria kelahiran 1937 ini, mantan tea taster dan market analisis PT perkebunan I – IX Sumatara Utara – Aceh, walau terjadi paradoks -di balik krisis lingklungan seiring dengan krisis peradaban global, mengutip Alvin Tofler, terjadi pula gejala-gejala kebangkitan agama-agama, yang paralel dengan kebangkitan spiritualisme menurut John Naisbit. Ini menutut Tato, adalah pertanda masa transisi proses kebangkitan umat manusia menyosong tranformasi menuju “Kebangkitan Peradaban Mondial Millenium Ketiga”.

Gejala ini juga terlihat jelas di kawasan Nusantara ini, dan pesan-pesannya pun dipahami para ahli makrifat yang waskita. Walau fenomena ini tampil paradoksal, namun sesungguhnya bersifat komplementer, merupakan survival instinct manusia. Ini merupakan peringatan dini dalam mengatisipasi apocaliptic threats yang akan hadir di masa datang. Prophetic intelegence yang relevan dengan itu berabad-abad yang lampau sebenarnya telah diisyaratkan dalam Injil dan al-Qur’an sebagai nubuat (ramalan) Kebangkitan Isa al-Masih (QS 3: 55, QS 19:33) ataupun yang dalam pagelaran wayang purwo ditampilkan sebagai mitos “Kresna Gugah”.

Tato Sugiarto menjelaskan: Wayang Purwo warisan Wali Songo adalah “tontonan dan tuntunan” adiluhung yang cocok dengan semua agama. Tampil sebagai seni budaya yang sarat dengan muatan aneka ilmu pengetahuan.

Kresna Gugah = Kebangkitan Imam Mahdi ???

Medium pendidikan massal ini dikemas sebagai total arts, yang kehadirannya mewakili pagelaran seni makrifat atau meditative arts. Kini wayang purwo telah melampaui batas wilayah Nusantara, lalu diakui sebagai warisan dunia, yaitu sejak dinyatakan oleh UNESCO (PBB) sebagai “A Masterpiece of the Oral and Intangible heritage of Humanity” pada tgl 7 November 2003 di Paris Perancis.

Kresna

Dalam ungkapan seorang aktifis urban sufism di Jakarta, Rani Angraini, “karena di sinilah peradaban luhur pertama umat manusia berawal, maka di sini pula peradaban umat manusia bangkit kembali dan berakhir di penghujung zaman.” Wallahu ‘Alam bi shawab.

 

Sumber : http://www.infoasik.com

Karya indah ini adalah hasil karya mas Damar Huda. Saya meng-copas karena saya teringat  sama keponakan saya yang cantik.

 

 

Pencipta mempunyai kekuatan mencipta ———  dan apa yang Dia ciptakan ditujukkan untuk menerima cinta-Nya.

(Hazrat Inayat Khan)

DENGARLAH, sayangku, dengarlah!

Betapa hebatnya cinta yg disimbolkan dalam kemegahan Taj Mahal, di India, dan  karibku, Ida Fa, mencapainya di sana, ia  mengirim foto2nya padaku —- lalu ia menulis pesannya dengan kalimat yg bergetar:  ”Seorang kekasih manakah..yg tdk ingin menyaksikan Keagungan Bukti Cinta ini… … Taj mahal… aku menangis di samping pusara putri Mumtaz…”

Dan, menangislah di makam Putri Mumtaz, menangislah! — karena setahun sekali, setetes air suci, menetes di pusaranya!

Putri Mumtaz  —- inilah wanita yg membuat bangunan itu tercipta!  —–  tak hanya membuat Ida Fa menangis, tapi jutaan orang menangis.  —  tentang betapa agungnya dia hingga Kaisah Shah Jahan, suaminya, menghadiahinya Taj Mahal  untuknya  —- ; sebuah bangunan terindah di dunia dengan simbol cinta, sebuah persembahan  Maha Cinta, satu tahun setelah kematiannya.

Tal Mahal .. yang agung!

Taj Mahal dibangun Mughal Kaisar Shah Jahan,, satu tahun setelah kekasihnya  itu  meninggal, dan Kaisah Sjah Jahan menulis sendiri surat cintanya — hampir menyerupai puisi sufi  —–  untuk didengar dunia, dan diamini langit,  pada bangunan itu. Shah Jahan menulis: ”Haruskah mencari suaka di sini, seperti satu diampuni, ia menjadi bebas dari dosa, haruskah orang berdosa membuat jalan ke rumah ini, segala dosa masa lalunya harus dibersihkan —  melihat rumah ini menciptakan mendesah sedih; Dan matahari dan bulan meneteskan air mata dari mata mereka.  Di dunia ini bangunan ini telah dibuat; untuk menampilkan demikian Kemuliaan Sang Pencipta itu.”

O, Keagungan Cinta

Dengarlah sayangku, dengarlah!

Cinta adalah kalimat terindah, kisah yag paling indah, roman terindah, pun doa terindah, yang dilantunkan oleh bibir – bibir manusia  —–  cinta melahirkan semerbak  keagungan, mistis kasih sayang, kekuatan kerinduan dan impian, manis tak hanya di bibir tapi juga di hati, cinta adalah kata yang syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.

Dan, menangislah di makam Putri Mumtaz, menangislah! — karena setahun sekali, setetes air suci, menetes di pusaranya!

***

O .. Taj Mahal!

Cinta merubah segala-galanya, menjadikan segala2nya, ia menguatkan ketika kita berduka, menjadi impian saat kita tertidur, rujukan  kebeneran ketika kita hilang arah,dan pembela ketika kita nista, dan dinistakan.

Puisi terindah adalah Taj Mahal

Cinta adalah mata air cinta, yang abadi, mengalir dari hati yg jernih, jiwa yg suci, roh yang agung,  penuh kemuliaan, kebahagiaan yang bergetar, dan kekuatan mencipta.

Dengarlah sayangku, dengarlah!

Sebuah cerita mistis dan  puitis, menyebut, sekali dalam setahun, selama musim hujan, setetes air jatuh persis di pusara Putri, seperti air suci yg mengabadikan jasad Mumtaz.

Kematian, seperti ditulis Rabindranath Tagore, penyair India yang mashyur ini, menyebutnya sebagai “satu-tetes air mata … pada pipi waktu”.

Tagore menulis:  ” Matamu yang mengandung tanya itu duka, ia mencari-cari hendak mengetahui isi hatiku bagai bulan hendak menduga laut. Telah kusingkapkan hidupku seluruhnya di muka matamu, tak ada lagi yang tersembunyi atau tertahan. Itulah sebabnya mengapa tak kau tahu aku? ”

Dengarlah sayangku, dengarlah.

Puisi terindah adalah Taj Mahal!

Oh Keagungan Cinta ….

Dan, menangislah di makam Putri Mumtaz, menangislah! — karena setahun sekali, setetes air suci, menetes di pusaranya!

Cinta itu menumbuhkan, menjaga dan membesarkan hati para pecinta. Cinta memelihara keagungan, menjaga jiwa dalam keabadian, wujud  kedamaian.

O .. Taj Mahal!

Cinta yg abadi,  di langit yg abadi!

Kahlil Gibran berkata:  ”Di dasar relung jiwaku, bergema nyanyian tanpa kata;  sebuah lagu yang bernafas di dalam benih hatiku, yang tiada dicairkan oleh tinta di atas lembar kulit ;  —- ia meneguk rasa kasihku dalam jubah yg nipis kainnya,  dan mengalirkan sayang, namun bukan menyentuh bibirku. Betapa dapat aku mendesahkannya?”

O …Cinta Dalam Keabadian!

Cinta adalah jiwa suci yang saling memberkati, yg saling berbicara di balik diamnya, tapi saling berbincang di dalam kalbu, tentang kebenaran dan kebahagiaan.

Gibran berkata: “Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak, syahdu tembang beburungan dan sesungaian. “

****

O .. Taj Mahal!

(Tal Mahal terletak di Agra, India, dibangun 1623 dan selesai 1653,  melibatkan 20 ribu pekerja, dengan arsitektur gabungan unsur2  Persia , Islam dan India.  Makam utama selesai 1648 dan bangunan sekitarnya dan kebun sudah selesai lima tahun kemudian)

O , Keagungan Cinta!

Cinta adalah air mata yang tak jatuh, tapi suci selama2nya, cinta merubah dunia jadi sendu, membawa titik2 embun yg sejuk di hati mawar yang layu.

O, cinta!

Dan, menangislah di makam Putri Mumtaz, menangislah! — karena setahun sekali, setetes air suci, menetes di pusaranya!

Cinta  adalah lagu yang dikumandangkan oleh kesunyian, dibentuk oleh  kebenaran, lalu disenandungkan oleh impian dan bayangan, kerinduan dan maha karya arsitektur, seperti Taj Mahal ini.

Cinta adalah kesadaraan yang mencapai hati Tuhan.

***

O .. Taj Mahal!

Cinta adalah kidung tersembunyi dalam kerahasiaan perawan suci, nyanyian yg disenandungkan sang kekasih untuk kekasihnya yang pergi, seperti kisah Taj Mahal ini.

( Taj Mahal menggabungkan tradisi desain arsitektur Persia dan Mughal, inspirasi datang dari Timurid, Tal Mahal terbuat dari marmer putih bertatahkan batu mulia, fokus utama adalah makam, ketinggian 35 meter (115 kaki),  arsitektur campuran Persia tradisional dan elemen dekoratif Hindustan.)

Nyanyian cinta lebih semerbak dari bunga yang paling wangi sekalipun, seperti harumnya Tal Mahal ini.

Gibran menulis:  ” Cinta kita bukan dari diri kita, juga bukan untuk diri kita  ———- j ika kita bergembira,  kegembiraan kita bukan berada dalam diri kita, tapi dalam Hidup itu sendiri.  Jika kita menderita,  kesakitan kita tidak terletak pada luka kita, tapi dalam hati nurani alam. Jangan kau anggap bahawa cinta itu datang kerana pergaulan yang lama atau rayuan yang terus menerus.  Cinta adalah tunas pesona jiwa,  dan jika tunas ini tak tercipta dalam sesaat, ia takkan tercipta bertahun-tahun atau bahkan dari generasi ke generasi. ”

Dan, menangislah di makam Putri Mumtaz, menangislah! — karena setahun sekali, setetes air suci, menetes di pusaranya!

O .. Taj Mahal yang agung!

Cinta memecahkan kesunyian, dengan kesunyian  ——— cinta adalah bisikan sanubari yang didengar langit, tanpa bantuan telinga dan suara  ———- bahkan cinta adalah ungkapan hati yang paling tersembunyi, paling rahasia, yg hanya didengar kekasihnya  dan Tuhan, seperti Taj Mahal ini.

Tagore berkata:Jika hidupku hanya sebuah permata, akan dapat kupecahkan jadi seratus keping dan kurangkai jadi seutas rantai untuk kukalungkan di lehermu. Jika ia hanya sekuntum bunga, bundar dan kecil dan indah, akan dapat kupetik dari batangnya untuk kusematkan di rambutmu. Tapi ia adalah hati, kekasihku. Di manakah pantai dan dasarnya? Kau tak tahu batas-batas kerajaan ini, selama kau jadi ratunya.”

O .. Taj Mahal!

Dan, menangislah di makam Putri Mumtaz, menangislah! — karena setahun sekali, setetes air suci, menetes di pusaranya!

Cinta membimbingmu mencapai singgasana, melahirkan wujud impian yang abadi, seperti Tal Mahal ini.

Cinta adalah kaya terindah yang tersimpan dalam relung sukma, , yang tak terhempas oleh waktu, tak diasingkan musim, tapi didengar oleh hatimu,  hati kekasihmu dan di-amin-i langit, seperti Taj Mahal ini.

*****

O .. Taj Mahal!

Cinta adalah keindahan jiwa dan raga, yg terwujud tapi tak tersentuh,  ia hanya dapat difahami melalui cinta,  hanya  bisa disentuh dengan kebaikan;  dan ketika kita mencoba untuk menggambarkannya, ia menjadi impian.

Tagore berkata: ” Cinta adalah  kesenangan dan kepedihannya tak terbatas, dan tak ada akhirnya kepapaan dan kemewahannya. Ia dekat padamu seperti hidupmu sendiri, tetapi kau tak pernah dapat mengetahuinya benar.”

Seperti Taj Mahal, simbol cinta dalam persembahan dan kepedihan, yg tak terbatas.

Dan, menangislah di makam Putri Mumtaz, menangislah! — karena setahun sekali, setetes air suci, menetes di pusaranya!

O .. Taj Mahal!

Cinta  dalam penglihatan batin, adalah bayangan Ilahi dalam Maha Kasih Sayangnya, yang diwujudkan dan diagungkan, seperti Taj Mahal ini.

Cinta, yang disentuh denagn jemari, melahirkan getaran, yg mencapai hati!

Dengarlah, sayangku, dengarlah!

Tal Mahal, yang diam dan agung itu, bagai danau tenang dan dalam, yang memantulkan cahaya bintang-bintang bergemerlapan.

O .. Taj Mahal!

Dan, Ida Fa sudah mencapainya,  di sana, ia menangis :  ”Seorang kekasih manakah..yg tdk ingin menyaksikan Keagungan Bukti Cinta ini… … Taj mahal… aku menangis di samping pusara putri Mumtaz…”

O .. Taj Mahal!

Menangislah di makam Mumtaz,  menangis lah di makam Mumtaz. ***

28 nov 2010

@damar

Investasi Publik

Dalam melakukan fungsi pelayanan masyarakat, pemerintah dihadapkan pada masalah pengambilan keputusan investasi publik. Keputusan investasi publik diperlukan untuk mendukung pelaksanaan program, kegiatan dan fungsi yang menjadi prioritas kebijakan. Pengeluaran untuk investasi publik harus mendapat perhatian yang lebih besar dibandingkan dengan pengeluaran rutin, karena pengeluaran rutin lebih berdampak jangka pendek, sedangkan pengeluaran investasi mempunyai efek jangka panjang. Kesalahan dalam melakukan investasi pengambilan keputusan investasi tidak saja akan berdampak pada anggaran tahun berjalan, namun juga akan membebani anggaran tahun-tahun berikutnya.

Investasi publik mempunyai kaitan yang erat dengan penganggaran modal / investasi. Penganggaran modal / investasi merupakan proses untuk menganalisis proyek-proyek dan memutuskan apakan proyek tersebut dapat diakomodasi oleh anggaran modal / investasi. Untuk memberiksn mekanisme dalam mengatur proyek investasi publik secara lebih efisien dan efektif, maka perlu dilakukan analisis investasi secara mendalam. Analisis investasi berhubungan erat dengan penganggaran fungsional, alokasi sumber daya, dan praktek manajemen keuangan di sektor publik.  Selain itu, program investasi publik merupakan bentuk dari dual budgeting, yaitu pemisahan anggaran modal / investasi dari anggaran rutin.

Penggolongan Investasi

1. Investasi penggantian

Pengeluaran untuk penggantian barang modal mengikuti pola umur manfaat barang modal. Bila umur ekonomi barang modal telah habis, maka perlu pembelian barang modal baru untuk penggantinya. Penilaian investasi publik perlu mempertimbangkan umur teknis dan umur ekonomis dari barang modal yang akan dibeli. Umur ekonomi terkait dengan perkiraan waktu efektif suatu barang modal dapat memberikan manfaat, sedangkan umur teknis terkait dengan kemampuan barang modal dalam memberikan manfaat hingga tidak mampu lagi memberikan manfaat. Jadi umur teknis suatu barang modal bisa lebih lama daripada umur ekonominya. Bila barang modal telah usang dan tidak mampu lagi memberikan manfaat, berarti umur teknis barang modal tersebut telah habis.

2. Investasi penambahan kapasitas

Investasi penambahan  barang modal perlu dilakukan bila terjadi tuntutan peningkatan cakupan pelayanan. Jumlah penambahan unit barang modal ditentukan oleh produktivitas barang modal yang ada saat ini ada.  Produktivitas barang modal diukur berdasarkan rasio antara input dengan output yang dihasilkan. Rasio ini pada dasarnya mencerminkan tingkat efisiensi barang modal yang bersangkutan. Jika suatu barang modal sudah kurang (tidak) efisien lagi, sementara terjadi kenaikan cakupan pelayanan yang harus dilakukan pemerintah, maka pemerintah harus mempertimbangkan untuk melakukan investasi penambahan kapasitas.

3. Investasi baru

Investasi dapat juga berupa investasi baru yang belum ada sebelumnya. Untuk jenis investasi baru, maka pertimbangan mengenai aspek teknis, ekonomis, sosial-budaya, dan aspek distribusi harus mendapat perhatian lebih besar.

 

Aspek-Aspek Kelayakan Investasi

Dalam perencanaan dan analisis investasi harus dipertimbangkan beberapa aspek yang secara bersama-sama menunjukkan keuntungan atau manfaat yang diperoleh akibat adanya suatu investasi tertentu. Seluruh aspek harus dipertimbangkan dan dievaluasi dalam setiap tahap perencanaan anggaran dan siklus pelaksanaan, karena aspek-aspek tersebut satu sama lain saling berhubungan dan saling mempengaruhi.

1. Aspek Teknis

Aspek teknis merupakan bagian penting dari analisis investasi yang harus dipertimbangkan. Jika suatu usulan investasi sudah tidak layak dilihat aspek teknisnya, maka usulan tersebut menduduki prioritas pertama untuk ditolak.

2. Aspek Sosial dan budaya

Untuk melaksanakan suatu proyek maka perlu mempertimbangkan implikasi sosial yang lebih luas dari investasi yang diusulkan. Aspek sosial budaya ini menyangkut pertimbangan pendistribusian pelayanan secara adil dana merata, sehingga mampu memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Aspek sosial budaya mencakup juga aspek legal dan lingkungan.

3. Aspek Ekonomi dan Finansial

Pertimbangan aspek ekonomi meliputi kegiatan menganalisis apakah suatu proyek yang diusulkan akan memberikan kontribusi yang nyata terhadap pembangunan perekonomian secara keseluruhan dan apakah kontribusinya cukup besar dalam menentukan penggunaan sumber-sumber daya yang digunakan. Aspek finansial menerangkan pengaruh-pengaruh  finansial dari suatu proyek yang diusulkan. Berdasarkan perencanaan anggaran, keputusan-keputusan mengenai efisiensi proyek secara finansial, solvabilitas, dan likuiditas perlu dipertimbangkan.

4.      Aspek Distribusi

Keputusan investasi  merupakan keputusan yang perlu dikaitkan dengan masalah distribusi pelayanan publik secara adil dan merata. Untuk itu perlu diketahui siapa yang akan menerima manfaat atau keuntungan yang dihasilkan dari proyek, apakah publik revenue atau oleh individu; apakah terdapat pajak penghasilan atau tidak;  apakah proyek dijalankan oleh public agencies atau oleh individu. Aspek distribusi terkait dengan keadilan dan persamaan kesempatan untuk mendapatkan pelayanan publik (Equity & Equality)

 

Analisis Biaya-Manfaat  dalam Mempertimbangkan Investasi Publik

Keputusan investasi sektor publik cenderung memperhatikan pada penilaian “apakah masyarakat akan memperoleh manfaat yang lebih      baik ?”

Analisis biaya dan manfaat dikembangkan sebagai kriteria penilaian investasi sektor publik dalam menilai perolehan manfaat sosial investasi.  Pengukuran manfaat sosial diperlukan unit moneter dalam bentuk nilai uang yang diteerapkan tidak hanya pda manfaat berwujud, tetapi juga tidak berwujud seperti bebas dari kebisingan, lingkungan yang nyaman, aman dan damai, dan menghemat waktu perjalanan.

a.       Identifikasi kebutuhan investasi yang mungkin dilakukan

Organisasi sektor publik seringkali dihadapkan paa banyak alternatif investasi untuk mencapai tujuan organisasinya. Oleh karena itu perli diidentifikasi altrnatif-alteernatif yang memungkinkan untuk dianalisis lebih lanjut. Keterkaitan antara satu poyek dengan proyek yang lain perlu diperrtimbangkan untuk mengetahui sejauh mana penerimaan atau penolakan suatu investasi akan mempengaruhi investasi lain.

b.      Menentukan semua manfaat ddan biaya dari proyek yang akan dilakukan (cost / benefit relationship).

Perhitungan manfaat dan biaya harus pula memasukkan analisis manfaat dan biaya sosial  (social benefits) yanag ditimbulkan dari investasi publik yang akan dilakukan. Pada organisasi sektor publik biaya dan manfaat seringkali tidak dapat secara langsung diukur dengan satuan uang, sehingga teknik-teknik analisis baiaya dan manfaat sangat cocok untuk diterapkan.  Dalam analisis biaya manfaat ini, benefit (manfaat) diteekankan pada cost (biaya) ditekankan paa kelemahan-kelemahan proyek yang dikuantifikasikan dalam bentuk uang. Sebagai contoh ketika suatu organisasi sektor publik merencanakan membuat sebuah jalan baru, maka akan muncul monetary cost untuk biaya konstruksi dan perawatan. Disamping itu juga akan muncul dalam bentuk perusakan pemandangan, polusi udara, polusi suara, kemungkinan beertambahnya kecelakaan dan sebagainya.

c.       Menghitung manfaat dan biaya dalam rupiah

Terkadang terdapat kesulitan dalam menghitung manfaat dan biaya dalam rupiah ini. Kesulitan yang dihadapi adalah apabila biaya dan manfaat dari suatu proyek tidak dapat diukur dalam bentuk rupiah, misalnya manfaat dan biaya sosial. Dalam kondisi tersebut, yang dapat dilakukan adalah menghitung nilai manfaat dari proyek secara tiak langsung, yaitu dengan menggunakan analisis efektifitas biaya (cost effectivness analysis).

d.      Memilih proyek yang memiliki manfaat terbesar dan efektifitas biaya tinggi

Rasio biaya dan manfaat atau efektivitas biaya merupakan titik awal peneetuan penerimaan proyek, ada banyak ketidakpastian yang dapat mempengaruhi pehitungan. Tidak semua biaya dan manfaat sosial dapat dimasukkan dalam perhitungan, bahkan beberapa di antaranya tidak dpat dipakai untuk pengukuran yang obyektif alam bentuk moneter. Analisis moneter mungkin mengidentifikasikan bahwa akan memberikan nilai uang terbaik tetapi faktor politik, eespon pemerintah, serta tekanan-tekanan sosial menyebabkan pertimbangan biaya manfaat diperlukan atas tersebut.

 

sumber :

Bastian, Indra. Sistem Akuntansi Sektor Publik. Salemba Empat

Good Corporate Governance

Corporate Governance merupakan isu yang tidak pernah usang untuk terus dikaji pelaku bisnis, akademisi, pembuat kebijakan, dan lain sebagainya.

Pemahaman tentang praktik Corporate Governance terus berevolusi dari waktu ke waktu. Kajian atas Corporate Governance mulai disinggung pertama kalinya oleh Berle dan Means pada tahun 1932 ketika membuat sebuah buku yang menganalisis terpisahnya kepemilikan saham (ownership) dan kontrol.

Istilah Corporate Governance itu sendiri untuk pertama kali diperkenalkan oleh Cadbury Committee di tahun 1992 yang menggunakan istilah tersebut dalam laporan mereka yang kemudian dikenal sebagai Cadbury Report.

Laporan ini dipandang sebagai titik balik (turning point) yang sangat menentukan bagi praktik Corporate Governance di seluruh dunia. Komite Cadbury mendefinisikan Corporate Governance (I Nyoman Tjager dalam Deny, 2005) sebagai : Corporate Governance adalah sistem yang mengarahkan dan mengendalikan perusahaan dengan tujuan, agar mencapai keseimbangan antara kekuatan kewenangan yang diperlukan oleh perusahaan, untuk menjamin kelangsungan eksistensinya dan pertanggungjawaban kepada stakeholders. Hal ini berkaitan dengan peraturan kewenangan pemilik, direktur, manajer, pemegang saham, dan sebagainya.

Organization for Economic Cooperation and Development (OCED)  mendefinisikan Corporate Governance (Indra Surya dan Ivan Yustiavandana, 2006) sebagai : Sekumpulan hubungan antara pihak manajemen perusahaan, board, pemegang saham, dan pihak lain yang mempunyai kepentingan dengan perusahaan. Corporate Governance juga mensyaratkan adanya struktur  perangkat untuk mencapai tujuan dan pengawasan atas kinerja. Corporate Governance yang baik dapat memberikan rangsangan bagi board dan manajemen untuk mencapai tujuan yang merupakan kepentingan perusahaan, dan pemegang saham harus memfasilitasi pengawasan yang efektif sehingga mendorong perusahaan menggunakan sumber daya yang lebih efisien.

Menurut Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor KEP- 117/M-MBU/2002, Corporate Governance (Indra Surya dan Ivan Yustiavandana, 2006) adalah : Suatu proses dari struktur yang digunakan oleh organ BUMN untuk meningkatkan keberhasilan usaha dan akuntabilitas perusahaan guna mewujudkan nilai pemegang saham dalam jangka panjang dengan tetap memperhatikan kepentingan stakeholder lainnya, berlandaskan peraturan perundangan dan etika.

Pengertian lainnya dikemukakan oleh Price Waterhouse Coopers dalam Indra Surya dan Ivan Yustiavandana (2006) yang menyatakan bahwa Corporate Governance terkait dengan pengambilan keputusan yang efektif. Dibangun melalui kultur organisasi, nilai-nilai, sistem, berbagai proses, kebijakan-kebijakan dan struktur organisasi, yang bertujuan untuk mencapai bisnis yang menguntungkan, efisien, dan efektif dalam mengelola risiko dan bertanggung jawab dengan meperhatikan kepentingan stakeholder.

FCGI (Forum for Corporate Governance in Indonesia) dalam Kuncoro (2005 : 186) mendefinisikan tata kelola korporate (corporate governance) sebagai seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara pemegang, pengurus (pengelola) perusahaan, pihak kreditur, pemerintah, karyawan, serta para pemegang kepentingan internal dan eksternal lainnya yang berkaitan dengan hak-hak dan kewajiban mereka atau dengan kata lain suatu sistem yang mengendalilan perusahaan.

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa Good Corporate Governance merupakan:

1)      Suatu struktur yang mengatur pola hubungan harmonis tentang peran dewan komisaris, direksi, pemegang saham dan para stakeholder lainnya.

2)      Suatu sistem pengecekan dan perimbangan kewenangan atas pengendalian perusahaan yang dapat membatasi munculnya dua peluang: pengelolaan yang salah dan penyalahgunaan aset perusahaan.

3)      Suatu proses yang transparan atas penentuan tujuan perusahaan, pencapaian, berikut pengukuran kinerjanya

 

Dari pengertian di atas pula, tampak beberapa aspek penting dari Good Corporate Governance yang perlu dipahami beragam kalangan di dunia bisnis, yakni;

1)      Adanya keseimbangan hubungan antara organ-organ perusahaan di antaranya Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), komisaris, dan direksi. Keseimbangan ini mencakup hal-hal yang berkaitan dengan struktur kelembagaan dan mekanisme operasional ketiga organ perusahaan tersebut (keseimbangan internal)

2)      Adanya pemenuhan tanggung jawab perusahaan sebagai entitas bisnis dalam masyarakat kepada seluruh stakeholder. Tanggung jawab ini meliputi hal-hal yang terkait dengan pengaturan hubungan antara perusahaan dengan stakeholders (keseimbangan eksternal). Di antaranya, tanggung jawab pengelola / pengurus perusahaan, manajemen, pengawasan, serta pertanggungjawaban kepada para pemegang saham dan stakeholders lainnya.

3)      Adanya hak-hak pemegang saham untuk mendapat informasi yang tepat dan benar pada waktu yang diperlukan mengenai perusahaan. Kemudian hak berperan serta dalam pengambilan keputusan mengenai perkembangan strategis dan perubahan mendasar atas perusahaan serta ikut menikmati keuntungan yang diperoleh perusahaan dalam pertumbuhannya.

4)      Adanya perlakuan yang sama terhadap para pemegang saham, terutama pemegang saham minoritas dan pemegang saham asing melalui keterbukaan informasi yang material dan relevan serta melarang penyampaian informasi untuk pihak sendiri yang bisa menguntungkan orang dalam (insider information for insider trading)

 

Prinsip-prinsip Good Corporate Governance

Seiring dengan tumbuhnya perekonomian global, tumbuh pula kesadaran untuk lebih memperhatikan prinsip-prinsip Corporate Governance, dan hal ini tidak terbatas bagi pasar-pasar yang sedang tumbuh (emerging markets) atau perekonomian yang dalam proses transisi. Semua negara kini berkepentingan untuk memperbaiki cara perusahaan-perusahaan mereka bekerja. Dalam konteks tumbuhnya kesadaran akan arti penting Corporate Governance ini, Organization for Economic Corporation and Development (OCED) telah mengembangkan seperangkat prinsip-prinsip Good Corporate Governance dan dapat diterapkan secara fleksibel sesuai dengan keadaan, budaya dan tradisi masing-masing negara. Prinsip-prinsip ini diharapkan menjadi titik rujukan bagi para regulator (pemerintah) dalam membangun framework bagi penerapan Corporate Governance. Bagi para pelaku usaha dan pasar modal prinsip-prinsip ini dapat menjadi guidance atau pedoman dalam mengolaborasi best practices bagi peningkatan nilai (valuation) dan keberlangsungan (sustainability) perusahaan. Prinsip-prinsip OCED menyangkut lima bidang utama: hak-hak para pemegang saham (shareholders) dan perlindungannya; peran para karyawan dan pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) lainnya; pengungkapan (disclosure) yang akurat dan tepat waktu serta transparansi sehubungan dengan struktur dan operasi korporasi; tanggung jawab dewan (Dewan Komisaris maupun Direksi) terhadap perusahaan, pemegang saham, dan pihak-pihak yang berkepentingan lainnya. Atau secara ringkas prinsip-prinsip tersebut dapat dirangkum sebagai: perlakuan yang setara (equitable treatment atau fairness), transparansi (transparency), akuntabilitas (accountability), dan responsibilitas (responsibility) (I Nyoman Tjager, Antonius Alijoyo et.al, 2003).

Organisation for Economic Co-Operation and Development (OECD) menyatakan bahwa prinsip-prinsip corporate governance meliputi :

1)      Akuntabilitas (accountability)

Prinsip ini memuat kewenangan-kewenangan yang harus dimiliki oleh dewan komisaris dan direksi beserta kewajiban-kewajibannya kepada pemegang saham dan stakeholders lainnya. Dewan direksi bertanggung jawab atas keberhasilan pengelolaan perusahaan dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh pemegang saham. Komisaris bertanggung jawab atas keberhasilan pengawasan dan wajib memberikan nasehat kepada direksi atas pengelolaan perusahaan sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai. Pemegang saham bertanggung jawab atas keberhasilan pembinaan dalam rangka pengelolaan perusahaan.

2)      Pertanggung-jawaban (responsibility)

Prinsip ini menekankan pada adanya system yang jelas untuk mengatur mekanisme pertanggungjawaban perusahaan kepada pemegang saham dan pihak-pihak lain yang berkepentingan. Hal tersebut untuk merealisasikan tujuan yang hendak dicapai dalam good corporate governance yaitu mengakomodasikan kepentingan pihak-pihak yang berkaitan dengan perusahaan seperti masyarakat, pemerintah, asosiasi bisnis dan sebagainya. Prinsip ini menuntut perusahaan maupun pimpinan dan manajer perusahaan melakukan kegiatannya secara bertanggung jawab.

3)      Keterbukaan (transparency)

Dalam prinsip ini, informasi harus diungkapkan secara tepat waktu dan akurat. Informasi yang diungkapkan antara lain keadaan keuangan, kinerja keuangan, kepemilikan dan pengelolaan keuangan perusahaan. Audit yang dilakukan atas informasi dilakukan secara independent. Keterbukaan dilakukan agar pemegang saham dan orang lain mengetahui keadaan perusahaan sehingga nilai pemegang saham dapat ditingkatkan.

4)      Kewajaran (fairness)

Prinsip ini menekankan pada jaminan perlindungan hak-hak para pemegang saham. Seluruh pemangku kepentingan harus memiliki kesempatan untuk mendapatkan perlakuan yang adil dari perusahaan. Pemberlakuan prinsip ini di perusahaan akan melarang praktek-praktek tercela yang dilakukan oleh orang dalam yang merugikan pihak lain. Setiap anggota direksi harus melakukan keterbukaan jika menemukan transaksi-transaksi yang mengandung benturan kepentingan.

Keempat komponen tersebut penting karena penerapan prinsip GCG secara konsisten terbukti dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan (Beasly et al., 1996). Chtourou et al. (2001) juga mencatat prinsip GCG yang diterapkan dengan konsisten dapat menjadi penghambat (constrain) aktivitas rekayasa  kinerja yang mengakibatkan laporan keuangan tidak menggambarkan nilai fundamental perusahaan.

 

Menurut Kuncoro (2005 : 196) para pejabat dan staf pemerintah pusat dan daerah menyetujui beberapa prinsip tata kelola yang baik yang perlu diterapkan di Indonesia. Kesepuluh prinsip tersebut adalah :

1)      Partisipasi.

Mendorong semua warga negara mengekspresikan pendapatnya dalam proses pengambilan keputusan baik langsung maupun tidak langsung.

2)      Penegakan hukum

Menjaga agar penegakan hukum dan perundang-undangan yang adil tanpa diskriminasi, serta mendukung HAM dengan memperhitungkan semua nilai yang ada di masyarakat.

3)      Transparansi

Membangun saling kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat dengan memberikan informasi yang dibutuhkan dan akses informasi yang mudah bila dibutuhkan.

4)      Responsif

Meningkatkan daya tanggap birokrat terhadap keluhan, masalah, dan aspirasi masyarakat tanpa kecuali.

5)      Pemerataan

Memberikan peluang yang sama bagi semua warga  untuk meningkatkan kesejahteraannya

6)      Visi Strategik

Memformulasikan suatu strategi, yang didukung dengan sistem penganggaran yang mencukupi, sehingga rakyat bisa memiliki rasa memiliki dan tanggung jawab terhadap masa depan daerah.

7)      Efektifitas dan Efisiensi

Melayani masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya secara optimal dan bijaksana

8)      Profesionalisme

Meningkatkan kapasitas, keterampilan, dan moral birokrat daerah sedemikian rupa sehingga mereka dapat pelayanan dengan mudah, cepat, akurat, dan mudah dijangkau

9)      Akuntabilitas

Meningkatkan akuntabilitas publik bagi para pengambil kebijakan di pemerintahan, swasta, organisasi masyarakat pada semua bidang (politik, fiskal, anggaran)

10)  Pengawasan

Melakukan kontrol dan pengawasan atas administrasi publik dan aktivitas pembangunan dengan melibatkan masyarakat dan organisasi kemasyarakatan

Seberapa jauh perusahaan memperhatikan prinsip-prinsip dasar GCG telah semakin menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan investasi. Terutama sekali hubungan antara praktik Corporate Governance dengan karakter investasi internasional saat ini. Suatu perusahaan dan atau negara yang ingin menuai manfaat dari pasar modal global, dan jika kita ingin menarik modal jangka panjang, maka penerapan GCG secara konsisten dan efektif akan mendukung ke arah itu. Bahkan jikapun perusahaan tidak bergantung pada sumber daya dan modal asing, penerapan prinsip dan praktik GCG akan dapat meningkatkan keyakinan investor domestik terhadap perusahaan

LAPORAN KEUANGAN

Setiap perusahaan pada suatu periode akan melaporkan semua kegiatan keuangannya dalam bentuk ikhtisar keuangan atau laporan keuangan. Laporan keuangan tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai hasil-hasil yang telah dicapai dalam satu periode waktu yang telah berlalu (past performance) serta berfungsi sebagai alat pertanggungjawaban manajemen.

Definisi laporan keuangan menurut standar akuntansi keuangan adalah  laporan keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan posisi keuangan (yang dapat disajikan dalam berbagai cara seperti, misalnya, sebagai laporan arus kas, atau laporan arus dana), catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan.

Disamping itu juga termasuk skedul dan informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misalnya, informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga. Definisi lain mengenai laporan keuangan yaitu penyajian informasi dalam bentuk yang mudah dipahami dan sebagai dasar utama dalam pengambilan suatu keputusan bisnis. Dasar pembuatan laporan keuangan adalah jurnal transaksi yang telah dibuat sebelumnya yang telah diposting ke buku besar

Definisi lainnya yaitu laporan keuangan adalah suatu penyajian data keuangan termasuk catatan yang menyertainya, bila ada, yang dimaksudkan untuk mengkomunikasikan sumber daya ekonomi (aktiva) dan atau kewajiban suatu entitas pada saat tertentu atau perubahan atas aktiva dan atau kewajiban selama suatu periode tertentu sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum atau basis akuntansi komprehensif selain prinsip akuntansi yang berlaku umum.

Adapun laporan keuangan menurut Erich A. Helfert adalah : Seperangkat laporan yang biasanya terdiri dari neraca untuk periode tertentu, laporan operasi untuk periode tertentu, dan laporan arus dana untuk periode yang sama, ditambah dengan laporan khusus yang menjelaskan perubahan ekuitas kepemilikan pada neraca.

Sedangkan definisi laporan keuangan menurut peraturan Bapepam Nomor : VIII.G.7 tentang Pedoman Penyajian Laporan Keuangan dijelaskan bahwa laporan keuangan terdiri dari : Neraca yang menggambarkan posisi keuangan yang menunjukkan aktiva, kewajiban dan ekuitas dari suatu perusahaan pada tanggal tertentu; Laporan Rugi Laba yang merupakan ringkasan aktivitas usaha perusahaan untuk periode tertentu yang melaporkan hasil usaha bersih atau kerugian yang timbul dari kegiatan usaha dan aktivitas lainnya; Laporan Perubahan Ekuitas yaitu laporan yang menunjukkan perubahan ekuitas perusahaan yang menggambarkan peningkatan atau penurunan aktiva bersih atau kekayaan selama periode pelaporan; Laporan Arus Kas yang menunjukkan penerimaan dan pengeluaran kas dalam aktivitas perusahaan selama periode tertentu dengan diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan; Catatan Atas Laporan Keuangan yang memberikan penjelasan mengenai gambaran umum perusahaan, ikhtisar kebijakan akuntansi, penjelasan pos-pos laporan keuangan dan informasi penting lainnya

Tujuan Laporan Keuangan

Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.

Sementara itu tujuan laporan keuangan sebagaimana tertuang dalam surat edaran ketua Bapepam Nomor : SE-02/PM/2002 Tanggal : 27 Desember 2002, adalah untuk memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, perubahan ekuitas dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar pengguna laporan dalam rangka membuat keputusan-keputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggung jawaban (stewardship) manajemen atas penggunaan sumber-sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pengguna (www.bapepam.go.id ).

Laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin  dibutuhkan pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi karena secara umum menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian di masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship), atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. Pemakai yang ingin menilai apa yang telah dilakukan atau pertanggungjawaban manajemen berbuat demikian agar mereka dapat membuat keputusan ekonomi, keputusan ini mungkin mencakup, misalnya, keputusan untuk menahan atau menjual investasi mereka dalam perusahaan atau keputusan untuk mengangkat kembali atau mengganti manajemen (IAI, 2004).

Manfaat utama dari laporan keuangan adalah memberikan informasi keuangan suatu badan usaha yang akan digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan sebagai bahan pertimbangan didalam pengambilan keputusan ekonomi. Para pemakai laporan keuangan tersebut akan menggunakannya untuk meramalkan, membandingkan dan menilai dampak keuangan yang timbul dari keputusan yang diambilnya.

 

Pihak-Pihak Yang Memerlukan laporan Keuangan

Pemakai laporan keuangan meliputi investor sekarang dan investor potensial, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok dan kreditor usaha  lainnya, pelanggan, pemerintah serta lembaga-lembaganya, dan masyarakat. Beberapa kebutuhan ini meliputi (IAI, 2004) :

a.   Investor.

Penanam modal berisiko dan penasehat mereka berkepentingan dengan risiko yang melekat serta hasil pengembangan dari investasi yang mereka lakukan. Mereka membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar deviden.

b.    Karyawan.

Karyawan dan kelompok-kelompok yang mewakili mereka tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Mereka juga tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun dan kesempatan kerja.

c.   Pemberi pinjaman.

Pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.

d.   Pemasok dan kreditor usaha lainnya.

Pemasok dan kreditor usaha lainnya  tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditor usaha berkepentingan pada perusahaan pada tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi pinjaman kecuali kalau sebagai pelanggan utama mereka tergantung pada kelangsungan hidup perusahaan.

e.   Pelanggan.

Para pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup perusahaan, terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan, atau tergantung pada perusahaan.

f.   Pemerintah.

Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada di bawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan karena itu berkepentingan dengan aktivitas perusahaan. Mereka juga membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya.

 

  1. Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan

Objektivitas laporan keuangan berfokus pada pemberian informasi yang bermanfaat bagi para penggunanya dalam membuat keputusan ekonomi. Karakteristik kualitatif memberikan satu dasar pemilihan antara berbagai alternatif pelaporan dan akuntansi, seperti alternatif metode penyusutan, alternatif metode penilaian harta, dan alternatif metode penjelasan.

Karakteristik kualitatif juga membantu menjawab pertanyaan tentang karakteristik informasi akuntansi apa yang membuat informasi bermanfaat dalam pengambilan keputusan. Suatu laporan keuangan bermanfaat bagi sejumlah besar pengguna apabila informasi yang disajikan dalam laporan keuangan tersebut dapat dipahami, relevan, andal dan dapat diperbandingkan.

Namun demikian, perlu disadari bahwa laporan keuangan tidak menyediakan semua informasi yang mungkin dibutuhkan pengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi. Secara umum, laporan keuangan menggambarkan pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu, dan tidak diwajibkan untuk menyediakan informasi non keuangan (www.bapepam.go.id ).

Menurut Statement of Financial Accounting (SFAC) No. 2 karakteristik kualitatif dari informasi akuntansi adalah sebagai berikut :

a.  Relevan maksudnya adalah kapasitas informasi yang dapat mendorong suatu keputusan apabila dimanfaatkan oleh pemakai untuk kepentingan memprediksi hasil di masa depan yang berdasarkan kejadian waktu lalu dan sekarang. Ada tiga karakteristik utama yaitu:

1)   Ketepatan waktu (timeliness), yaitu informasi yang siap digunakan para pemakai sebelum kehilangan makna dan kapasitas dalam pengambilan keputusan;

2)   Nilai prediktif (predictive value), yaitu informasi dapat membantu pemakai dalam membuat prediksi tentang hasil akhir dari kejadian yang lalu, sekarang dan masa depan;

3)    Umpan balik (feedback value), yaitu kualitas informasi yang memngkinkan pemakai dapat mengkonfirmasikan ekspektasinya yang telah terjadi di masa lalu.

b.    Reliable, maksudnya adalah kualitas informasi yang dijamin bebas dari kesalahan dan penyimpangan atau bias serta telah dinilai dan disajikan secara layak sesuai dengan tujuannya.

Reliable mempunyai tiga karakteristik utama, yaitu:

1)   Dapat diperiksa (veriviability), yaitu konsensus dalam pilihan pengukuran akuntansi yang dapat dinilai melalui kemampuannya untuk meyakinkan bahwa apakah informasi yang disajikan berdasarkan metode tertentu memberikan hasil yang sama apabila diverivikasi dengan metode yang sama oleh pihak independen;

2)    Kejujuran penyajian (representation faithfulness), yaitu adanya kecocokan antara angka dan deskripsi akuntansi serta sumber-sumbernya;

3)     Netralitas (neutrality), informasi akuntansi yang netral diperuntukkan bagi kebutuhan umum para pemakai dan terlepas dari anggapan mengenai kebutuhan tertentu dan keinginan tertentu para pemakai khusus informasi.

c.      Daya Banding (comparability), informasi akuntansi yang dapat dibandingkan menyajikan kesamaan dan perbedaan yang timbul dari kesamaan dasar dan perbedaan dasar dalam perusahaan dan transaksinya, dan tidak semata-mata dari perbedaan perlakuan akuntansinya.

d.     Konsistensi (consistency), yaitu keseragaman dalam penetapan kebijaksanaan dan prosedur akuntansi yang tidak berubah dari periode ke periode

 

Jenis-jenis Laporan Keuangan

Jenis laporan keuangan utama dan pendukung dapat disebutkan sebagai berikut (Harahap, 2008 : 106)

a.       Daftar neraca yang menggambarkan  posisi keuangan perusahaan perusahaan pada suatu tanggal tertentu.

b.      Perhitungan Laba/Rugi yang menggambarkan jumlah hasil biaya dan laba/rugi perusahaan pada suatu periode tertentu.

c.       Laporan sumber dan penggunaan dana. Disini dimuat sumber dan pengeluaran perusahaan selama satu periode.

d.      Laporan arus kas. Disini digambarkan sumber dan penggunaan kas dalam satu periode.

e.       Laporan Harga Pokok produksi yang menggambarkan berapa dan unsur apa yang diperhitungkan dalam harga pokok produksi suatu barang.

f.        Laporan Laba Ditahan, menjelaskan posisi laba ditahan yang tidak dibagikan kepada pemilik saham.

g.       Laporan perubahan modal, menjelaskan perubahan posisi modal baik saham dalam PT atau modal dalam perusahaan perseroan.

h.       Dalam suatu kajian dikenal Laporan kegiatan keuangan. Laporan ini menggambarkan transaksi laporan keuangan perusahaan yang mempengaruhi kas atau ekuivalen kas.

 

Sumber :

http://www.wikipedia.com

http://www.bapepam.go.id

Sofyan Syafri Harahap. Analisa Kritis Laporan Keuangan.

APAKAH ANDA BERMINAT BER-INVESTASI?

Apakah anda memiliki uang lebih daripada yang anda butuhkan setiap harinya?

Sebagian orang menyimpan kelebihan dana mereka di bank, untuk membeli rumah atau mobil, atau membayar uang sekolah anak mereka. Uang yang disimpan di bank menghasilkan pendapatan yang berasal dari bunga bank. Misalnya, jika bunga bank 10% pertahun, maka pendapatan bunga yang diterima oleh nasabah dari tabungan sebesar Rp.1.000.000 adalah Rp. 100.000. Tingkat suku bunga bank berubah dari waktu ke waktu.

Sebagian orang memilih untuk menghabiskan saja kelebihan uang mereka.

Atau, jika anda memiliki uang lebih besar daripada yang anda butuhkan untuk biaya hidup, anda bisa memilih untuk berinvestasi. Hal ini berarti anda membeli aset dan diharapkan dari aset tersebut akan menghasilkan pendapatan, dan ketika anda menjualnya, anda mengharapkan akan adanya keuntungan. (Jika anda menerima keuntungan, keuntungan tersebut disebut Capital Gain)

RISIKO INVESTASI

Investasi apapun bisa dipastikan mengandung risiko. Sangat mungkin kita tidak mendapatkan pendapatan apapun. Juga sangat mungkin bahwa kita akan rugi saat kita menjual investasi (kerugian tersebut disebut Capital Loss). Anda harus menghitung berapa banyak kerugian yang siap anda tanggung, seandainya investasi tersebut tidak bisa menghasilkan pendapatan dan capital gain seperti yang anda harap

Sebagian orang memiliki pengalaman mendapatkan keuntungan besar dari berinvestasi dalam jangka pendek. Orang-orang tersebut sengaja mengambil risiko besar, dengan kemungkinan untuk mendapatkan kerugian yang besar pula, atau terkadang mereka hanya beruntung saja. Bagi kebanyakan orang, sebuah kesempatan untuk berinvestasi harus dikaji secara hati-hati, karena sekali keputusan tersebut dibuat, investasi tersebut harus dimonitor dan dikelola secara seksama.

RISIKO TIDAK BERINVESTASI: INFLASI

Kenapa anda tidak menyimpan dana anda di bank saja? Pada umumnya bank adalah tempat yang aman untuk menyimpan uang. Tetapi anda harus ingat bahwa saat tingkat inflasi lebih besar daripada tingkat suku bunga bank, uang yang disimpan di bank akan berkurang nilainya dari waktu ke waktu. Artinya, pada akhir bulan anda hanya dapat membeli lebih sedikit barang dibanding pada awal bulan dengan jumlah uang yang

Inflasi dapat diartikan dengan kenaikan harga-harga barang. Tingkat suku bunga sering dibahas di koran. Anda bisa mendapatkan informasi tentang tingkat suku bunga dari bank anda, dan membandingkan antara tingkat suku bunga dengan tingkat inflasi.

Ada beberapa macam rekening di bank. Pada rekening deposito tingkat suku bunganya bisa berubah dari waktu ke waktu (variable rate). Jika anda menggunakan time deposit, anda menaruh uang di bank untuk waktu yang lebih lama, periode yang tetap. Dan biasanya pihak bank akan membayar fixed rate yang lebih tinggi.

BEBERAPA TIPE ASET YANG BISA DIJADIKAN INVESTASI

Investasi Langsung Pada Aset Fisik: Investor Mengelola Sendiri Asetnya

Jika anda memiliki cukup uang, anda bisa membeli properti seperti misalnya rumah atau toko, mencari penyewa, menerima pendapatan sewa secara teratur, dan menjual properti tersebut di kemudian hari. Jika anda membeli properti di lokasi yang strategis, penyewa akan banyak yang tertarik untuk menyewa properti anda dan pendapatan sewa anda otomatis akan naik. Pada umumnya nilai properti akan semakin meningkat seiring dengan waktu, jadi ketika anda menjualnya anda bisa berharap akan menerima keuntungan. Sebagian orang menganggap dengan berinvestasi di properti maka risiko investasinya rendah.

Atau anda bisa membeli kendaraan dan menyewakannya ke pihak lain. Anda akan mendapatkan uang sewa yang setara dengan biaya pemeliharaan dan keuntungan yang anda inginkan. Tentu anda harus membayar asuransi dan biaya perbaikan. Untuk kendaraan, jumlah yang anda terima saat anda menjualnya akan lebih rendah dibanding saat anda membelinya: kendaraan bekas nilainya lebih rendah daripada kendaraan baru.

Akan tetapi, aset-aset tersebut memiliki beberapa kelemahan. Aset-aset tersebut memerlukan dana dalam jumlah besar (capital dalam jumlah besar). Kebanyakan orang tidak memiliki uang dalam jumlah yang besar. Dan sebagian orang juga tidak memiliki waktu atau kemampuan untuk mengelola aset secara baik.

BERINVESTASI DI PASAR KEUANGAN

Masyarakat dengan dana terbatas bisa memilih untuk berinvestasi di saham atau obligasi. Sebelum anda memutuskan untuk berinvestasi di aset tersebut, sebaiknya anda membaca prospektus.

INVESTASI LANGSUNG PADA SAHAM: INVESTOR MEMUTUSKAN SAHAM MANA YANG AKAN DIBELI

*   Perusahaan Yang Mengelola Aset Fisiknya

Perusahaan menerbitkan saham dan obligasi untuk memperoleh dana bagi kelangsungan bisnisnya. Investor Perusahaan berada dalam lingkup yang lebih besar bila dibandingkan Investor perseorangan, tapi mereka menjalankan fungsi yang sama. Mereka membeli dan mengelola aset untuk meraih keuntungan/profit (penerimaan setelah dikurangi semua biaya).

Saat investor membeli saham suatu perusahaan, investor tersebut dapat menerima pembagian keuntungan dari perusahaan tersebut. Pembagian keuntungan kepada pemegang saham atau shareholder disebut dividen. Namun pembayaran dividen tidak diwajibkan. Manajemen perusahaan bisa memutuskan untuk menggunakan keuntungan tersebut untuk membeli aset lagi atau untuk pemasaran, sehingga perusahaan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk meraih keuntungan yang lebih banyak lagi di masa depan. Atau manajemen perusahaan memilih untuk menggunakan keuntungan tersebut untuk membayar hutang perusahaan. Atau malah tidak ada untung sama sekali, jika biaya lebih besar daripada pendapatan.

Kemungkinan bagi perusahaan untuk mendapatkan keuntungan tergantung pada kemampuan manager perusahaan dalam menjalankan bisnis. Saat memutuskan untuk berinvestasi di saham, investor membuat penilaian tentang perusahaan, manajemennya, dan jenis industrinya, seperti misalnya pertambangan atau transportasi. Investor harus memahami tentang bisnis perusahaan, dan yakin bahwa perusahaan tersebut dijalankan secara baik dan memiliki prospek untuk berkembang.

INVESTASI LANGSUNG DI OBLIGASI: INVESTOR MEMUTUSKAN OBLIGASI MANA YANG AKAN DIBELI

*   Perusahaan Yang Mengelola Aset Fisiknya

Saat investor membeli obligasi suatu perusahaan, investor menerima pembayaran bunga dari penerbit obligasi sampai dengan jangka waktu tertentu (term of maturity). Dengan kata lain, seorang pemegang obligasi (bondholder) menerima pendapatan tetap dari perusahaan, pada saat yang ditentukan, dan dengan tingkat suku bunga yang telah disepakati.

Berinvestasi di obligasi dianggap lebih rendah risikonya dibandingkan dengan berinvestasi di saham karena adanya pembayaran teratur yang telah disepakati (tidak seperti dividen).

Obligasi juga bisa diterbitkan oleh lembaga pemerintah. Obligasi pemerintah ini dianggap lebih aman daripada obligasi perusahaan. Karena lebih aman, bunga yang dibayarkan menjadi lebih kecil dibanding dengan bunga dari obligasi perusahaan.

INVESTASI LANGSUNG DI REKSA DANA: INVESTOR MEMUTUSKAN REKSA DANA MANA YANG AKAN DIBELI

Manajer Investasi Yang Memilih Saham, Obligasi, Atau Aset Lain Yang Akan Dibeli

*  Perusahaan Yang Mengelola Aset Fisiknya

Sebagian investor tidak memiliki waktu atau pengetahuan yang cukup tentang perusahaan atau lembaga pemerintah penerbit obligasi. Daripada investor salah berinvestasi karena tidak memiliki informasi yang cukup terhadap instrumen investasi, investor cenderung untuk membayar ongkos jasa atau fee ke Manajer Investasi (MI) yang profesional untuk memilihkan obligasi atau saham untuk dimasukkan dalam portofolio Reksa Dana. Risiko berinvestasi di Reksa Dana hampir sama dibandingkan bila kita berinvestasi secara langsung di obligasi atau saham. Oleh karena itu, investor juga bergantung pada keahlian dari MI untuk memilih obligasi atau saham yang tepat (portofolio Reksa Dana).

MI bisa berinvestasi di instrumen selain di saham atau obligasi. Portofolio dana tidak hanya bisa terdiri dari saham atau obligasi. Ketika anda akan berinvestasi di Reksa Dana, anda perlu membaca prospektus (dokumen yang menyediakan informasi tentang Reksa Dana tersebut) untuk lebih memahami mengenai tipe aset, portofolio, dan risiko yang terkandung di dalamnya.

LIKUIDITAS: BISAKAH ANDA MEMPEROLEH DANA ANDA KEMBALI KETIKA ANDA MEMBUTUHKANNYA?

Jika anda menggunakan dana anda untuk membeli rumah atau kendaraan, anda tidak bisa menggunakan uang anda tersebut untuk hal lain kecuali anda menjual aset anda terlebih dahulu. Jika anda menjualnya, nilai uang yang anda terima tergantung dari kondisi pasar dari rumah atau kendaraan anda tersebut.

Aset seperti rumah atau kendaraan secara umum dikelompokkan dalam illiquid aset karena tidak mudah menukar aset tersebut menjadi uang cash.

Saham atau obligasi mungkin menjadi illiquid bila investor kesulitan dalam menemukan investor lain yang ingin membeli ketika mereka akan menjual atau ketika tidak ada kesepakatan harga.

Tujuan dari bursa efek adalah untuk menyediakan likuiditas bagi instrumen investasi. Perusahaan yang menerbitkan saham dan obligasi bisa mendaftarkan efek mereka ke bursa efek. Karena listing di bursa efek meningkatkan likuiditas, efek yang terdaftar di bursa efek biasanya lebih menarik bagi investor. Hanya broker-dealers yang berlisensi yang bisa memperdagangkan efek secara langsung di bursa efek. Investor membayar fee kepada broker-dealer tersebut karena bertransaksi atas nama mereka. Beberapa saham atau obligasi dapat juga diperdagangkan di luar bursa efek atau dengan kontrak pribadi.

Margin Trading: Berhutang untuk berinvestasi

Beberapa investor sangat percaya diri. Mereka berani mengambil risiko tinggi. Mereka berpikir bahwa jika mereka berani berhutang untuk berinvestasi lebih besar, mereka akan mendapat hasil investasi yang lebih besar pula.

Hutang untuk berinvestasi di saham disebut margin trading. Pendekatan ini bisa lebih berhasil di ekonomi yang sedang berkembang karena seiring dengan berkembangnya market share, walaupun tidak ada jaminan bahwa pendekatan ini akan berhasil. Kepemilikan saham tidak selalu diikuti oleh penerimaan dividen dan juga saat saham tersebut dijual tetap dimungkinkan adanya capital losses. Sebagian orang menganggap bahwa hal tersebut adalah strategi dengan risiko tinggi.

RINGKASAN: LANGKAH-LANGKAH SEBELUM BERINVESTASI

1. Tetapkan berapa besar dana dan waktu yang anda miliki

Anda bisa memilih untuk menyimpan uang anda di bank dimana anda bisa mengakses uang anda kapan saja.

Berapa banyak uang yang anda simpan di bank dan berapa banyak uang yang akan anda investasikan?

2. Pahami tipe-tipe investasi

Jika anda tidak memiliki waktu atau informasi yang cukup tentang berinvestasi, anda harus benar-benar mempertimbangkan apakah perlu bagi anda untuk berinvestasi.

• Anda harus memahami pilihan-pilihan yang tersedia dan risiko yang terkandung didalamnya.

• Selama anda berinvestasi, anda harus memonitor performanya.

• Anda harus memutuskan kapan anda menjual investasi anda.

Peroleh informasi dari pihak yang menjual dan situs dari pihak yang menerbitkan instrumen investasi tersebut, juga dari situs regulator (Bapepam-LK) dan bursa efek.

Masyarakat sering membandingkan rate of return antara tabungan di bank, deposito berjangka, Reksa Dana serta obligasi dan mengandalkan informasi tersebut untuk membuat keputusan terkait dengan rencana investasi mereka. Tetapi, rate of return hanya sebagian kecil dari informasi yang anda butuhkan ketika anda memutuskan untuk berinvestasi.

Anda juga harus mempertimbangkan risiko bahwa suatu hari anda bisa kehilangan sebagian atau seluruh uang anda. Untuk produk apa saja, dalam situasi dan kondisi apa saja, anda bisa kehilangan uang anda? Dan kira-kira bagaimana situasi dan kondisi tersebut bisa terjadi?

Anda juga harus memahami total biaya yang harus anda keluarkan bila anda membeli instrumen investasi tersebut. Biaya bank berbeda cara penghitungannya dengan biaya jasa Manajer Investasi. Karena anda berinvestasi maka pihak lain (termasuk Manajer Investasi, broker-dealer dan pihak yang menjual produk tersebut) menerima keuntungan dari uang yang anda investasikan, umumnya berupa fee. Sebelum anda memutuskan untuk membeli suatu produk investasi anda harus tahu berapa banyak fee dan biaya lain yang harus anda bayarkan.

3. Pilihlah produk investasi yang cocok bagi anda

Berapa besar risiko yang siap anda tanggung? Bagaimana kemungkinan bahwa anda kehilangan seluruh uang anda akan mempengaruhi posisi keuangan anda? Anda perlu mendiskusikan tentang kesempatan dan risiko dengan pihak lain, termasuk keluarga yang akan dipengaruhi oleh keputusan investasi anda.

Beberapa tipe produk investasi sangat mudah untuk dipahami. Namun ada juga yang sulit untuk dimengerti. Hal itu disebabkan mereka memiliki struktur yang komplek dan memilki beberapa derivative (produk turunan). Sebelum anda memutuskan untuk berinvestasi, anda harus secara seksama memperhatikan dan memahami bagaimana cara kerja suatu produk investasi atau total biaya yang harus anda bayar untuk memiliki produk tersebut

Ungkapan bijak dalam berinvestasi: Jika anda tidak memahami suatu produk investasi, jangan membeli produk tersebut. Berinvestasilah pada produk yang anda pahami.

4. Gunakan waktu untuk mempelajari pilihan investasi yang ada

Sekali anda memutuskan untuk berinvestasi di salah satu produk, dapatkan informasi yang cukup dan pelajarilah di rumah. Bandingkan produk investasi dari penerbit yang berbeda. Jangan terburu-buru mengamb

5. Atur bagaimana anda akan mengelola investasi anda

Susunlah rencana untuk memonitor performa dari investasi anda. Tentukan batasnya. Jika nilainya naik apakah anda akan langsung menjualnya untuk mendapatkan keuntungan? Lalu bagaimana sebaliknya?

Sebagian pihak mengatakan bahwa buy-and-hold-strategy adalah yang terbaik untuk jangka panjang. Setiap kali anda membeli dan menjual efek maka anda akan membayar biaya transaksi, yang kadang jumlahnya cukup signifikan. Usahakan untuk menghindari transaksi yang terlalu sering. Namun tentu saja bahwa buy-and-hold-strategy hanya berlaku jika produk investasi yang anda miliki mempunyai prospek bagus untuk jangka panjang. Anda juga harus memperhatikan pajak yang akan anda tanggung ketika anda menjual dan membeli produk investasi.

Sumber : Bapepam-LK